Analisa Kinerja Keuangan BANK DANAMON per 31 Desember 2014

danamonAnalisa keuangan BANK DANAMON dilakukan berdasarkan data bank (bank only) dari laporan keuangan triwulanan per 31 Desember 2014 yang telah telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Suherman dan Surya – a member Firm of Ernst & Young Global Limited yang menyatakan pendapat wajar. Adapun kinerja keuangan berdasarkan laporan keuangan tersebut menunjukkan kondisi sebagai berikut:

Capital

Ratio

31-Dec-14 31-Dec-13 Growth Peer Group 2014
Capital (Rp miliar) 24,230,478 21,588,379 10.90% 10.81%
ATMR risiko kredit, operasional dan pasar (Rp miliar) 133,353,973 123,510,477 7.38% 10.02%
CAR 18.17% 17.48% 3.80% 17.01%
Tier 1 Capital to Total Capital 100.00% 100.00% 0.00% 87.01%
Capital to Total Assets 14.84% 14.20% 4.33% 12.41%

Pada 31 Desember 2014, BANK DANAMON yang merupakan bank nomor 7 dari aset terbesar di Indonesia ini mempunyai capital sebesar Rp. 24.23 triliun meningkat sebesar 10.90% dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan capital tersebut lebih tinggi dari peer group yang sebesar 10.81%. Peningkatan capital pada tahun 2014 antara lain dikarenakan adanya laba tahun berjalan sebesar Rp 4.36 triliun. Saham mayoritas BANK DANAMON sebesar 67.37% dimiliki oleh Asian Financial (Indonesia) Pte. Ltd. yang ultimate shareholdernya adalah Temasek Holding Pte. Ltd., Singapura yang dimiliki oleh Kementerian Keuangan Singapura

Pada 31 Desember 2014 ATMR yang mempunyai risiko kredit, risiko operasional dan risiko pasar naik sebesar 7.38%, dan berada dibawah pertumbuhan peer group yang 10.02%. CAR naik sebesar 3.80% menjadi 18.17% dibanding tahun sebelumnya, dan berada diatas ketentuan CAR minimum Bank Indonesia yang saat ini sebesar 8% sampai dengan 14% sesuai dengan peringkat kesehatan dan profil risiko bank. Kenaikan CAR disebabkan karena pertumbuhan capital (10.90%) lebih tinggi dari pada pertumbuhan ATMR risiko kredit, operasional dan pasar (7.38%).

Rasio capital to total asset tahun 2014 naik menjadi 14.84% dari tahun 2013 yang 14.20%. Rasio ini menunjukkan coverage capital dalam menyerap kerugian terhadap total asset di tahun 2014 meningkat sebsar 4.33%.

Rasio modal inti atau tier 1 capital terhadap total capital selama kurun waktu 2013 –2014 berada di atas level 80% tergolong baik.

Secara umum, kondisi permodalan BANK DANAMON tergolong kuat dengan level quality CAR berada diatas ketentuan minimum Bank Indonesia dan cenderung meningkat, dengan didukung oleh porsi tier 1 capital yang berada di atas level 80%.

Asset Quality

Ratio 31-Dec-14 31-Dec-13 Growth Peer Group 2014
Total Asset (Rp miliar) 163,244,951 152,021,037 6.88% 6.10%
Gross Loans (Rp miliar) 107,088,814 103,895,851 2.98% 8.67%
NPL to Gross Loan 2.47% 2.03% 17.81% 2.57%
NPL Net 1.34% 1.14% 14.93% 1.39%
CKPN to Aset Produktif 1.96% 1.77% 9.69% 1.41%
Loan Loss Provisions 2.17% 2.10% 3.06% 1.23%
Pemenuhan PPA 93.04% 88.65% 4.72% 68.58%

Total asset BANK DANAMON per 31 Desember 2014 naik sebesar 6.88% menjadi Rp. 163.24 triliun dibanding tahun sebelumnya. Komposisi loan BANK DANAMON terdiri dari segmen wholesale 13%, asset based financing 4%, mid size 27%, retail 6% dan mass market 50%. Pada 2014 kredit yang diberikan naik sebesar 2.98% menjadi Rp. 107.09 triliun, dan berada di bawah rata-rata pertumbuhan kredit peer group yang 8.67%. Dilihat dari rasio NPL Gross tahun 2014, terdapat trend meningkat sebesar 17.81% sehingga NPL menjadi 2.47%. Sementara rasio CKPN terhadap aset produktif menunjukkan bahwa aset produktif bermasalah tahun 2014 relatif kecil yaitu 1.96%. Dan rasio NPL net sebesar 1.34% berada di bawah ketentuan Bank Indonesia maksimal 5%.

Rasio loan loss provision to gross loan tahun 2013 – 2014 menunjukkan trend peningkatan sebesar 3.06% dari 2.10% menjadi 2.17%. Rasio beban kerugian penurunan nilai (impairment) dibandingkan dengan total kredit ini masih relatif kecil.

Rasio pemenuhan PPA (penyisihan penghapusan aset) 2013 – 2014 belum cukup memadai karena di bawah 100%. Dengan rasio ini menunjukkan bahwa masih ada potensi kerugian karena non performing asset belum sepenuhnya tercover dari pencadangan PPA yang dibentuk.

Secara umum, kualitas asset BANK DANAMON tergolong sangat bagus karena rasio NPL masih jauh di bawah ketentuan Bank Indonesia dengan coverage ratio yang perlu ditambah agar pencadangan PPA dapat mengcover seluruh potensi kerugian dari aset bermasalah.

Earning & Efficiency

Ratio 31-Dec-14 31-Dec-13 Growth Peer Group 2014
Total Profit (Rp miliar) 4,358,567 2,963,654 47.07% -10.86%
ROE 17.33% 12.99% 33.41% 11.75%
ROA 3.14% 2.75% 14.18% 1.72%
BOPO 76.61% 79.67% -3.84% 82.35%
Biaya operasional non bunga to total aset 6.24% 6.35% -1.73% 4.26%
Biaya operasional non bunga to pendapatan bunga 62.80% 67.69% -7.21% 51.95%
NIM 7.31% 8.46% -13.59% 4.92%
Funding Cost 5.85% 4.32% 35.22% 6.32%
Fee Based Income 7.07% 8.23% -14.19% 5.97%

Total profit tahun 2013 – 2014 meningkat cukup signifikan sebesar 47.07% dari Rp 2.96 triliun menjadi Rp 4.36 triliun. Hal ini antara lain karena adanya pendapatan operasional selain bunga berupa deviden yang meningkat cukup signifikan yaitu dari Rp 909 miliar menjadi Rp 2.79 triliun. Seiring dengan itu, ROE BANK DANAMON tahun 2014 naik sebesar 33.41% sehingga menjadi 17.33% dari sebelumnya 12.99%. ROE tahun 2014 berada di atas quality level 8% (rata-rata suku bunga deposito) yang mencerminkan efektifitas permodalan BANK DANAMON dalam menciptakan laba sangat optimal.

Dengan meningkatnya laba, rasio ROA BANK DANAMON tahun 2013 – 2014 juga meningkat sebesar 14.18% dari 2.75% menjadi 3.14%. Rasio ini dinilai sangat baik karena jauh melampaui quality level diatas 1%. Angka rasio ini menunjukkan bahwa keuntungan dari pengelolaan aset sangat optimal. Dan dibandingkan dengan rasio secara industri, ROA BANK DANAMON 2014 berada di atas rata-rata ROA peer group sebesar 1.72%.

Rasio BOPO menurun di 2014 menjadi sebesar 76.61% yang dinilai masih kurang efisien karena diatas batas normal 70%. Demikian juga rasio biaya operasional dibanding total aset yang sebesar 6.24% berada diatas angka normal 3.50%, sementara perhitungan rasio biaya operasional dibanding pendapatan bunga yang sebesar 62.80% juga berada di atas batas efisien 50%. Angka ini mencerminkan bank masih perlu lebih efisien dalam mengelola beban bunga yang kenaikannya di tahun 2014 meningkat sebesar 43% dibandingkan tahun 2013.

NIM BANK DANAMON tahun 2014 turun sebesar minus 13.59% menjadi 7.31%, dinilai masih sangat bagus karena berada jauh di atas quality level 3% dan berada diatas rata-rata peer group 2014 yang sebesar 4.92%.

Seiring dengan meningkatnya BI rate menjadi 7.75% di November 2014 dan diikuti dengan ketatnya likuiditas, funding cost 2014 meningkat cukup signifikan sebesar 35.22%, bersamaan dengan naiknya suku bunga DPK di industri perbankan sehingga biaya dana BANK DANAMON menjadi sebesar 5.85% dibanding 2013 yang 4.32%. Kenaikan ini disebabkan adanya peningkatan beban bunga (35.22%) yang lebih besar dari pada peningkatan customer deposit atau Dana Pihak Ketiga (5.31%).

Pendapatan fee based income dari provisi komisi, cukup memadai dalam memberikan kontribusi peningkatan laba tahun 2014 sebesar 7.07% dengan trend menurun dan berada di atas peer group yang 5.97%.

Secara umum kondisi profitabilitas BANK DANAMON sangat baik, dengan catatan masih perlu lebih efisien dalam mengelola beban bunga

Liquidity

Ratio 31-Dec-14 31-Dec-13

Growth

Peer Group 2014
Customer Deposit (Rp miliar) 115,000,551 108,894,184 5.31% 4.42%
Low Cost Deposit 49.26% 47.51% 3.56% 41.96%
Loans Deposit Ratio 92.60% 95.06% -2.66% 112.88%
Liquid Asset to Total Asset 23.71% 22.53% 4.98% 20.67%
Liquid Asset to Customer Deposit 33.66% 31.46% 6.55% 31.44%
Interbank Ratio 369.60% 419.44% -13.48%
1337.94%

DPK atau customer deposit 2014 naik 5.31% menjadi Rp. 115 triliun, dan berada diatas pertumbuhan peer group 4.42% . Hal ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap BANK DANAMON tetap meningkat pada saat likuiditas ketat. Dengan rasio low cost deposit terhadap dana pihak ketiga mencapai 49.26%, dan berada di atas peer group 41.96%.

Tahun 2014 rasio LDR turun dibanding tahun 2013 menjadi sebesar 92.60%. Penurunan ini dikarenakan peningkatan loan tumbuh lebih kecil (2.98%) daripada peningkatan DPK (5.31%). Angka rasio LDR BANK DANAMON sudah melewati ambang batas atas maksimal 92%.

Rasio liquid asset terhadap total asset selama periode 2013 – 2014 berada 22.53% dan 23.71% dengan kecenderungan meningkat. Ketersediaan likuid asset ini berada di atas 20% dinilai cukup memadai sebagai reserve untuk mendukung likuiditas. Sementara rasio likuid aset terhadap DPK tahun 2014 yang mencapai 33.66% berada diatas batas memadai 25% untuk ketersediaan kecukupan likuiditas.

Bila dilihat dari interbank ratio tahun 2013 – 2014 yang berada di atas 100%, BANK DANAMON memiliki peran sebagai net lender di interbank money market (pinjaman antar bank). Hal ini berarti perseroan mempunyai likuiditas yang berlebih dan menempatkan excess fundnya di interbank.

Secara umum likuiditas BANK DANAMON tergolong memadai, dengan LDR diatas 90% dan level of liquid asset yang cukup.

Summary

Kondisi keuangan BANK DANAMON periode tahun 2013 – 2014 dinilai sehat dengan nilai 8,45 (nilai tertinggi nomor 1 di kelompok bank buku 3) tercermin dari kondisi permodalan dengan CAR yang berada diatas ketentuan minimum Bank Indonesia, kualitas asset yang sangat bagus dengan dan masih berada dibawah standar Bank Indonesia dengan level of liquidity yang cukup serta tidak ada pelanggaran dan pelampauan atas kepatuhan terhadap batas maksimum pemberian kredit (BMPK) maupun posisi devisa neto (PDN). Dari segi profitabilitas ROA dan ROE dinilai masih sangat baik, dengan trend meningkat. Sementara dari efisiensi operasi, perlu menjaga peningkatan beban bunga agar beban operasional tidak semakin tinggi dan di bawah batas quality level. Perseroan juga perlu menambah penyisihan penghapusan aset hingga tercover 100% untuk mengatasi potensi kerugian dari aset bermasalah.

Untuk rasio LDR, agar perseroan dapat meningkatkan ekspansi kreditnya di tahun 2015, perlu menambah DPK yang lebih besar dari pada pertumbuhan kreditnya sehingga dapat menurunkan LDR menjadi di bawah 90%. Sementara kondisi likuiditas yang tercermin dari rasio likuid aset terhadap customer deposit, bank dinilai mampu untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya karena ketersediaan alat likuid yang memadai dan sebagai net lender.

Penulis: reiner