Analisa kinerja keuangan BANK DANAMON per 31 Desember 2013

ALogo_Bank_Danamonnalisa keuangan BANK DANAMON dilakukan berdasarkan data bank (bank only) dari laporan keuangan triwulanan per 31 Desember 2013 yang telah telah diaudit oleh Kantor Akuntan Purwantono, Suherman & Surja, Registered Public Accountant (Partner in-charge: Drs. Hari Purwantono) dengan pendapat wajar tanpa pengecualian. Adapun kinerja keuangan berdasarkan laporan keuangan triwulanan tersebut menunjukkan kondisi sebagai berikut:

Capital:

Ratio

31-Dec-13

31-Dec-12

Growth

Peer Group 2013

Equity (Rp Juta)

25,756,226

24,053,280

7.08%

13.87%

ATMR risiko kredit, operasional dan pasar

123,510,477

105,499,892

17.07%

20.05%

CAR

17.48%

18.38%

-4.90%

15.14%

Tier 1 Capital to Total Capital

83.82%

80.62%

3.97%

81.61%

Equity to Total Assets

16.94%

18.44%

-8.10%

11.49%

Pada tahun 2013, equity BANK DANAMON mencapai Rp. 25.756 miliar meningkat sebesar 7.08% dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan equity tersebut lebih rendah dari peer group tahun 2013 yang sebesar 13.87%. Peningkatan equity tahun 2013 antara lain dikarenakan adanya laba tahun berjalan sebesar Rp 2.963 miliar.

Pada 31 Desember 2013 ATMR yang mempunyai risiko kredit, risiko operasional dan risiko pasar meningkat sebesar 17.07%, dan berada di bawah pertumbuhan peer group tahun 2013 yang 20.05%. CAR turun sebesar 4.90% menjadi 17.48% dibanding tahun 2012, masih berada di atas rata-rata CAR peer group tahun 2013 sebesar 15.14%, dan masih tetap diatas ketentuan CAR minimum Bank Indonesia yang saat ini sebesar 8% sampai dengan 14% sesuai dengan peringkat kesehatan dan profil risiko bank. Penurunan CAR disebabkan karena pertumbuhan equity (7.08%) lebih kecil dari pada pertumbuhan ATMR risiko kredit, risiko operasional dan risiko pasar (17.07%).

Rasio equity to total asset tahun 2012-2013 turun sebesar minus 8.10% menjadi sebesar 16.94%. Hal ini dikarenakan peningkatan modal lebih kecil (7.08%) dari pada peningkatan total asset (16.51%). Rasio ini menunjukkan coverage equity dalam menyerap kerugian terhadap total asset menurun dari tahun 2012 sebesar 18.44% dan tahun 2013 sebesar 16.94%.

Rasio modal inti atau tier 1 capital terhadap total capital selama kurun waktu 2012 –2013 berada di atas level 80%. Porsi tier 1 capital tehadap total capital tersebut tergolong baik.

Secara umum, kondisi permodalan BANK DANAMON tergolong kuat dengan level quality CAR berada diatas ketentuan minimum Bank Indonesia, dengan didukung oleh porsi tier 1 capital yang berada di atas level 80%.

Asset Quality :

Ratio

31-Dec-13

31-Dec-12

Growth

Peer Group 2013

Total Asset (Rp Juta)

152,021,037

130,474,521

16.51%

16.48%

Gross Loans (Rp Juta)

105,780,641

93,180,861

13.52%

17.12%

NPL to Gross Loan

2.03%

2.67%

-23.97%

2.27%

NPL Net

0.00%

0.21%

-100.00%

1.21%

CKPN to Aset Produktif

1.77%

2.03%

-12.81%

1.42%

Loan Loss Provisions

2.08%

2.36%

-11.77%

0.84%

Pemenuhan PPA

88.65%

82.24%

7.80%

73.31%

Total asset BANK DANAMON tahun 2013 naik sebesar 16.51% menjadi Rp. 152.021 miliar dibanding tahun 2012, seiring dengan pertumbuhan kredit yang mencapai 13.52%.

Sejak tahun 20122013 loans BANK DANAMON tumbuh sebesar 13.52% di bawah rata-rata pertumbuhan peer group 17.12%. Bila dilihat dari rasio NPL Gross tahun 2013, kualitas asset dinilai sangat baik dengan trend NPL menurun dari 2.67% pada tahun 2012 menjadi 2.03% tahun 2013. Rasio CKPN terhadap aset produktif menunjukkan bahwa aset produktif bermasalah tahun 2013 relatif kecil yaitu 1.77%. Dan rasio NPL net tahun 2013 sebesar 0.00%, masih jauh berada di bawah ketentuan Bank Indonesia yang batas maksimal sebesar 5%.

Rasio loan loss provision terhadap gross loan tahun 2013 sebesar 2.08% dan 2012 sebesar 2.08% menunjukkan bahwa biaya kerugian penurunan nilai dan hapus buku kredit dibandingkan dengan total kredit relatif kecil.

Rasio pemenuhan PPA (penyisihan penghapusan aset) tahun 2012 – 2013 menunjukkan coverage ratio meningkat dari 82.24% menjadi 88.65%. Namun penyediaan pencadangan ini kurang cukup memadai karena berada dibawah 100%. Dengan rasio tersebut menunjukkan bahwa masih ada potensi kerugian karena non performing asset belum sepenuhnya tercover dari PPA yang dibentuk.

Secara umum, kualitas asset BANK DANAMON tergolong baik karena rasio NPL memenuhi ketentuan Bank Indonesia, dengan coverage ratio tahun 2013 atas aset bermasalah perlu ditambah untuk mencukupi pencadangan agar berada diatas 100%.

Earning & Efficiency:

Ratio

31-Dec-13

31-Dec-12

Growth

Peer Group 2013

Total Profit (Rp Juta)

2,906,586

3,242,474

-10.36%

-8.87%

ROE

12.99%

15.78%

-17.68%

15.50%

ROA

2.75%

3.18%

-13.52%

2.04%

BOPO

82.86%

77.27%

7.23%

81.38%

NIM

8.46%

8.65%

-2.20%

5.34%

Funding Cost

4.32%

5.08%

-14.86%

5.10%

Fee Based Income

7.18%

8.07%

-11.01%

5.77%

Pembayaran deviden

41.41%

30.87%

34.15%

Total profit tahun 2013 menurun sebesar minus 10.36% dibanding tahun 2012, dan berada di bawah peer group yang minus 8.87%, namun secara nominal tetap menunjukkan trend stability dalam mengenerate income. ROE BANK DANAMON tahun 2012 – 2013 turun dari 15.78% menjadi 12.99%. Hal ini disebabkan karena peningkatan laba (yang minus) lebih kecil dibandingkan peningkatan equity 7.08%. ROE tahun 2013 masih berada jauh diatas quality level 7% (rata-rata suku bunga deposito). Ini mencerminkan efektifitas permodalan BANK DANAMON dalam menciptakan laba masih sangat optimal.

Rasio ROA BANK DANAMON tahun 2012 – 2013 menurun dari 3.18% menjadi 2.75% dan berada pada angka yang dinilai bagus karena melampaui quality level diatas 1%. Dan dibandingkan dengan rasio secara industri, ROA BANK DANAMON tahun 2013 sebesar 2.75% berada diatas rata-rata ROA peer group sebesar 2.04%.

Rasio BOPO Tahun 2013 sebesar 82.86% dinilai kurang efisien karena diatas batas normal 70%, dan berada diatas peer group 81.38%. Rasio BOPO tahun 2013 semakin meningkat dari tahun 2012 yang sebesar 77.27%.

NIM BANK DANAMON selama 2 tahun terakhir relatif stabil di 8% dengan kecenderungan menurun dan dinilai baik karena berada di atas quality level lebih dari 3%, dan berada diatas rata-rata peer group tahun 2013 sebesar 5,34%.

Funding cost 2013 membaik dengan trend menurun menjadi sebesar 4.32% dibanding tahun 2012 yang 5.08%. penurunan ini disebabkan peningkatan beban bunga (2.32%) lebih kecil dari pada peningkatan customer deposit atau dana pihak ketiga (20.19%).

Pendapatan fee based income dari provisi komisi menurun minus 11.01% sehingga tahun 2013 mencapai 7.18%, dan relatif masih kecil kontribusinya dalam perolehan laba perseroan, namun berada lebih tinggi dari peer group yang 5.77%. Dan tahun 2012 – 2013 perseroan membayar deviden relatif besar yaitu 30.87% dan 41.41%.

Secara umum kondisi profitabilitas dan efesiensi BANK DANAMON tergolong baik, walaupun secara rasio terlihat kecenderungannya menurun.

Liquidity:

Ratio

31-Dec-13

31-Dec-12

Growth

Peer Group 2013

Customer Deposit (Rp Juta)

108,894,184

90,605,236

20.19%

18.44%

Low Cost Deposit

47.51%

46.24%

2.74%

45.97%

Loans Deposit Ratio

95.06%

100.68%

-5.58%

93.00%

Liquid Asset to Total Asset

22.53%

20.95%

7.55%

19.86%

Liquid Asset to Customer Deposit

31.46%

30.17%

4.27%

26.94%

Interbank Ratio

419.44%

212.82%

97.09%

528.33%

Customer deposit tahun 2013 meningkat sebesar 20.19% menjadi Rp. 108.894 miliar. Hal ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap BANK DANAMON meningkat dan berada diatas peer group yang 18.44%. Proporsi low cost deposit terhadap dana pihak ketiga tahun 2012 – 2013 trend meningkat dan belum mendominasi karena masih 46.24% dan 47.51%, namun diatas peer group yang 45.97%.

Rasio LDR dari tahun 2013 menurun dibanding tahun 2012 menjadi sebesar 95.06%. Penurunan ini antara lain dikarenakan pertumbuhan loan yang tahun 2013 tumbuh lebih kecil (13.52%) daripada peningkatan DPK (20.19%). LDR BANK DANAMON tahun 2013 berada diatas LDR peer group yang sebesar 93.00%. LDR ini dapat dinilai sudah melewati ambang batas maksimal 90% dalam menyalurkan kredit yang menggunakan dana pihak ketiga.

Rasio liquid asset terhadap total asset meningkat selama periode 2012-2013 yaitu 20.95% menjadi 22.53%. dengan ketersediaan likuid asset diatas 20% dinilai memadai sebagai reserve untuk mendukung likuiditas. Demikian juga rasio likuid aset terhadap DPK yang tahun 2013 mencapai 31.46% sangat memadai untuk ketersediaan likuiditas.

Bila dilihat dari interbank ratio yang berada jauh diatas 100% sejak 2012 – 2013, BANK DANAMON memiliki peran sebagai net lender di interbank money market atau pinjaman antar bank, yang berarti BANK DANAMON mempunyai likuiditas yang berlebih dan menempatkan excess fundnya di interbank.

Secara umum likuiditas BANK DANAMON tergolong memadai, dan didukung oleh level of liquid asset yang cukup (diatas 20%) serta peranan BANK DANAMON sebagai net lender di interbank. Selain itu perlu peningkatan dana pihak ketiga agar tetap dapat melakukan ekspansi kredit karena LDR sudah berada diatas 90%.

Summary

Kondisi keuangan BANK DANAMON tahun 2012 – 2013 dinilai sehat tercermin dari kondisi permodalan dengan CAR yang berada diatas ketentuan minimum Bank Indonesia, kualitas asset yang baik dengan NPL yang masih berada dibawah standar Bank Indonesia dan level of liquidity yang cukup serta perlu penambahan dana pihak ketiga karena LDR telah mencapai 95.06%. Dari segi profitabilitas, ROA dan ROE memadai dan berada di atas quality level. Demikian juga dengan rasio liquid asset terhadap total asset maupun terhadap dana pihak ketiga sangat memadai dan berada diatas batas normal serta dominan sebagai net lender. Namun efisiensi operasional yang tercermin dari rasio BOPO telah melampaui batas 70% sehingga perlu peningkatan efisiensi dan penambahan penyisihan penghapusan aset agar tidak ada potensi masalah dari non performing asset yang belum sepenuhnya tercover.

Kinerjabank.com/reiner

Enhanced by Zemanta