Analisa kinerja keuangan BANK MANDIRI per 31 Maret 2016

Analisa kinerja keuangan BANK MANDIRI per 31 Maret 2016

Analisa keuangan BANK MANDIRI dilakukan berdasarkan data bank  (bank only) dari laporan keuangan triwulanan per 31 Maret 2016.  Adapun kinerja keuangan berdasarkan laporan keuangan triwulanan tersebut menunjukkan kondisi sebagai berikut:

Pada kwartal 1 2016, capital BANK MANDIRI mencapai Rp. 106, 59 triliun meningkat sebesar 10,78% dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan modal pada 3 bulan pertama 2016 ini  antara lain dikarenakan adanya laba tahun berjalan sebesar Rp. 4,18 triliun.

Pada 31 Maret 2016 ATMR yang mempunyai risiko kredit, risiko operasional dan risiko pasar meningkat sebesar 7,09%. CAR naik 3,41% menjadi 17,87% dibanding tahun 2015 dan tetap diatas ketentuan CAR minimum Bank Indonesia sebesar 8% sampai dengan 14% sesuai dengan peringkat kesehatan dan profil risiko bank.

Rasio capital to total asset tahun 2015-2016 naik 12,01% menjadi 13,35%. Rasio ini menunjukkan coverage equity dalam menyerap kerugian terhadap total asset meningkat dari kwartal 1 2015 yang sebesar 11,91%.

Rasio modal inti atau tier 1 capital terhadap total capital 31 Maret 2016 tergolong baik dengan trend menurun, dan berada diatas level normal 80%.

Secara umum, kondisi permodalan BANK MANDIRI tergolong kuat dengan level quality CAR  berada diatas ketentuan minimum Bank Indonesia, dengan didukung oleh porsi tier 1 capital yang berada diatas 80%.

Total asset BANK MANDIRI per 31 Maret 2016 turun sebesar  minus 1,09% menjadi Rp. 798, 73 triliun dibanding 31 Desember 2015, karena menurunnya  pemberian kredit sebesar minus  4,15% dari Rp. 536,02 triliun menjadi Rp. 513,80 triliun dan  meningkatnya cadangan kerugian penurunan nilai aset keuangan dari Rp. 22,53 triliun menjadi Rp. 24,06 triliun.

Pemberian kredit per 31 Maret 2016 menurun sebesar minus 4,15% sehubungan dengan ketatnya pemberian kredit  seiring dengan sektor riil yang belum pulih. Bila dilihat dari rasio NPL Gross tiga bulan pertama 2016 sebesar 2,89%, kredit bermasalah meningkat cukup signifikan (59,67%) dibanding tahun 2015 yang sebesar 1,81%. Meningkatnya  rasio kredit bermasalah ini disebabkan antara lain kondisi ekonomi tahun 2016 yang melambat sehingga  tidak terlalu menguntungkan.  Sementara, rasio CKPN terhadap aset produktif menunjukkan bahwa aset produktif bermasalah relatif kecil yaitu sebesar 3,28% dengan trend menungkat, dan rasio  NPL net sebesar 0,85%, masih jauh berada di bawah ketentuan Bank Indonesia yaitu maksimal 5%.

Rasio loan loss provision to gross loan per 31 Maret 2016 sebesar 3,31% dan periode tahun sebelumnya  2015 sebesar 1,01% menunjukkan bahwa biaya kerugian penurunan nilai aset keuangan (impairment) dibandingkan dengan total kredit meningkat signifikan yaitu 226,80%.

Rasio pemenuhan PPA (penyisihan penghapusan aset) kwartal  I tahun 2015 – 2016 berada diatas 100%. Yang berarti penyediaan pencadangan kuat, dan mencerminkan kebijakan pencadangan BANK MANDIRI yang prudent.  Dengan rasio tersebut menunjukkan bahwa potensi kerugian karena non performing asset sepenuhnya tercover dari penyisihan penghapusan aset yang dibentuk.

Secara umum, kualitas asset BANK MANDIRI tergolong sangat baik karena rasio NPL di bawah ketentuan Bank Indonesia dan coverage ratio atas aset bermasalah berada diatas 100%.

Total profit atau laba 31 Maret 2016 turun sebesar mius 23,67% dibanding periode yang sama tahun 2015. Hal ini menunjukkan menurunnya kemampuan mengenerate income, dan tercermin pada ROE yang menurun cukup signifikan sebesar minus 30,96%. Walaupun demikian ROE kwartal I tahun 2016 berada diatas quality level 8% (rata-rata suku bunga deposito). Ini mencerminkan efektifitas permodalan BANK MANDIRI dalam menciptakan laba masih sangat optimal.

Rasio ROA BANK MANDIRI selama periode kwartal I 2015 – 2016 juga menurun yaitu dari 3,54%  menjadi 2,58% dan berada pada angka yang dinilai masih baik karena melampaui quality level diatas 1%.

Rasio BOPO per 31 Maret 2016 naik cukup signifikan sebesar 48,66% yaitu  tahun 2015-2016 dari  42,99% menjadi 63,90%. Namun angka ini  dinilai masih bagus karena dibawah batas normal 70%. Rasio ini mencerminkan komitmen manajemen BANK MANDIRI untuk tetap mempertahankan efisiensi di saat meningkatnya biaya operasional karena naiknya biaya kerugian penurunan nilai aset keuangan karena meningkatnya kredit bermasalah.

Rasio  biaya operasional non bunga dibandingkan total aset per 31 Maret 2015 - 2016 naik signifikan sebesar 60,18% yaitu dari 3.21% menjadi 5,14%, masih (berada dibawah angka normal 3.50%. hal ini mencerminkan bank masih sangat efisien dalam mengelola biaya operasionalnya. Namun berdasarkan perhitungan rasio biaya operasional dibanding pendapatan bunga yang turun sebesar 48,66% dari 42,99% menjadi 63,90%, angka ini  berada di atas batas 50%, yang berarti pengelolaan biaya operasional dinilai belum cukup efisien.

NIM BANK MANDIRI selama 2 tahun terakhir relatif stabil diatas 5% dengan kecenderungan meningkat yaitu kwartal I tahun 2015 sebesar 5,41% dan tahun 2016 sebesar 6,28%. Hal  ini dinilai masih baik karena berada di atas quality level yaitu lebih besar dari 3%.

Rasio funding cost per 31 Maret 2016 masih sangat bagus, dengan trend menurun yaitu dari 3,66% menjadi 3,18%, seiring dengan penurunan BI rate menjadi 7.00% pada Februari 2016. Penurunan ini terlihat dari turunnya funding cost atau beban bunga sebesar minus 13,23%.

Pendapatan fee based income dari provisi komisi meningkat tipis tahun 2015 – 2016 yaitu dari 11,12% menjadi 11,56%, yang berarti pendapatan operasional dari komisi/provisi/fee dan administrasi  cukup berkontribusi dalam laba perseroan.

Secara umum kondisi profitabilitas dan efesiensi BANK MANDIRI tergolong baik dengan didukung efisiensi operasional serta struktur biaya dana murah.

Customer deposit pada kwartal I 2016 turun sebesar minus 3,72% dari Rp. 613,16 triliun menjadi Rp. 590,36 triliun. Penurunan ini mungkin terkait pembayaran tebusan program pengampunan pajak periode pertama. Dengan demikian, penurunan ini masih menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap BANK MANDIRI. Dan low cost deposit masih mendominasi dana pihak ketiga pada dua tahun terakhir yang sekitar 63%, dengan trend menurun.

Rasio LDR pada tiga bulan pertama 2016 meningkat dibanding tahun 2015 menjadi sebesar 86,72%. Peningkatan ini antara lain karena penurunan DPK tahun 2016 turun  lebih kecil (-3,72%) daripada penurunan loan (-4,15%). LDR BANK MANDIRI tahun 2016 masih cukup untuk ekspansi kredit namun tetap perlu diikuti peningkatan dana pihak ketiga agar tidak melampaui ambang batas maksimal 92%.

Rasio liquid asset terhadap total asset selama periode tiga bulan pertama  2015-2016 mencapai sebesar 25,18% dan 26,25%. Angka rasio ini mencerminkan ketersediaan likuid asset yang cukup memadai karena berada diatas angka 20% sebagai reserve untuk mendukung likuiditas. Demikian juga rasio likuid aset terhadap dana pihak ketiga kwartal pertama tahun 2015 - 2016 yang sebesar 33,16% dan 35,52% sangat memadai untuk ketersediaan likuiditas.

Rasio interbank 31 Maret 2015 – 2016 turun signifikan sebesar minus 44,87% dari 129,91% menjadi 71,62%. Hal ini  BANK MANDIRI memiliki peran sebagai net borrower di interbank money market atau pinjaman antar bank, yang berarti BANK MANDIRI kekurangan likuiditas dan meminjam dari interbank.

Secara umum likuiditas BANK MANDIRI tergolong memadai dilihat dari LDR yang berada di bawah 92% dan didukung oleh level of liquid asset yang cukup.

Summary

Kondisi keuangan BANK MANDIRI kwartal I tahun 2015 - 2016 dinilai sehat tercermin dari kondisi permodalan dengan CAR yang berada diatas ketentuan minimum Bank Indonesia,  kualitas asset yang baik dengan NPL yang masih berada dibawah standar Bank Indonesia. Dari aspek  profitabilitas, efisiensi operasi dan ROA, ROE serta BOPO memadai dan berada di atas quality level. BANK MANDIRI dinilai mampu mengatasi kesulitan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya karena pencadangan aset diatas 100%. Demikian juga dari aspek likuiditas, rasio  liquid asset terhadap total asset cukup memadai dengan rasio diatas batas minimal 20%.

Penulis: desman reiner siahaan

Peringkat Bank

In: Peringkat Bank Uncategorized

Bank Capital       Pertumbuhan Capital CAR Capital to Total Assets PT. BPR Parasari 20,87% 26,22% 20,94% PT. BPR Cahaya Artha Bali 32,91% 15,95% 13,13% PT. BPR Saraswati Ekabumi 28,99% 15,52% 11,73% PT. BPR Pedungan 4,32% 31,13% 24,31% PT. BPR Pasar Raya Kuta 37,04% 12,82% 10,39% PT. BPR Santi…

In: Peringkat Bank Uncategorized

Bank Capital Pertumbuhan Capital CAR Tier 1 Capital to Total Capital Capital to Total Assets BTPN Syariah 22,32% 19,96% 99,26% 20,50% BCA Syariah 40,40% 34,33% 97,38% 24,61% Bank Syariah Bukopin 17,78% 17,50% 88,18% 11,85% BNI Syariah 11,08% 15,48% 91,57% 9,79% Bank BRI Syariah 24,69% 15,79% 94,92% 9,67% Bank Syariah Mandiri…

In: Peringkat Bank Uncategorized

Bank Capital Pertumbuhan Capital CAR Tier 1 Capital to Total Capital Capital to Total Assets Bank Kalbar 33,05% 21,76% 91,42% 13,21% Bank Sulteng 38,08% 27,85% 95,14% 12,32% Bank Yogyakarta 37,59% 20,22% 94,94% 13,82% Bank NTT 33,35% 23,49% 95,86% 15,17% Bank NTB 49,66% 27,59% 91,33% 17,46% Bank Mandiri Taspen Pos 257,24%…

In: Peringkat Bank Uncategorized

Bank Capital Pertumbuhan Capital CAR Tier 1 Capital to Total Capital Capital to Total Assets Bank Aceh 11,50% 19,44% 86,85% 10,58% Bank Mestika 17,20% 28,26% 97,14% 24,27% Bank Jateng 19,47% 14,87% 94,10% 8,18% Bank Jatim 3,16% 21,22% 95,43% 13,59% Bank Sulselbar 18,82% 27,63% 78,20% 17,46% BPD Bali 38,05% 24,44% 79,72%…

In: Peringkat Bank Uncategorized

Bank *) Capital Pertumbuhan Capital CAR Tier 1 Capital to Total Capital Capital to Total Assets Bank OCBC NISP 13,85% 17,32% 92,96% 14,52% Bank Mega 62,88% 22,85% 100,00% 15,06% Bank Bukopin 21,65% 13,56% 78,19% 9,39% Bank Mizuho Indonesia 15,13% 21,21% 94,47% 17,33% Bank Danamon 10,88% 20,84% 95,68% 16,93% Bank BTPN…

Rasio Bank

In: Rasio Bank

Nama Bank : PT BANK NEGARA INDONESIA (PERSERO), Tbk Buku Bank : 4 Predikat Berdasarkan nilai komposit : Sangat Sehat

In: Triwulan 3 2015 Uncategorized

Nama Bank : Bank UOB Buku Bank : 3 Predikat berdasarkan Nilai Komposit : Kurang Sehat   Capital: Ratio Q32015 Q32014 *) Growth Capital (Rp Juta) 11,106,772 10,771,760 3.11% ATMR risiko kredit, operasional dan pasar(Rp Juta) 71,784,011 65,215,543 10.07% CAR 15.47% 16.52% -6.36% Tier 1 Capital to Total Capital 85.09%…

In: Triwulan 3 2015 Uncategorized

Nama Bank : Bank Sumitomo Mitsui Buku Bank : 3 Predikat berdasarkan Nilai Komposit : Cukup Sehat   Capital: Ratio Q32015 Q32014 *) Growth Capital (Rp Juta) 10,364,592 8,616,605 20.29% ATMR risiko kredit, operasional dan pasar(Rp Juta) 42,920,551 33,399,256 28.51% CAR 24.15% 25.80% -6.40% Tier 1 Capital to Total Capital…

In: Triwulan 3 2015 Uncategorized

Nama Bank : Bank Permata Buku Bank : 3 Predikat berdasarkan Nilai Komposit : Cukup Sehat   Capital: Ratio Q32015 Q32014 *) Growth Capital (Rp Juta) 20,349,541 18,843,249 7.99% ATMR risiko kredit, operasional dan pasar(Rp Juta) 149,452,367 142,900,293 4.59% CAR 13.62% 13.19% 3.26% Tier 1 Capital to Total Capital 67.91%…

In: Triwulan 3 2015 Uncategorized

Nama Bank : Bank Panin Buku Bank : 3 Predikat berdasarkan Nilai Komposit : Sehat   Capital: Ratio Q32015 Q32014 *) Growth Capital (Rp Juta) 28,154,880 20,233,683 39.15% ATMR risiko kredit, operasional dan pasar(Rp Juta) 144,011,370 127,958,613 12.55% CAR 19.78% 17.46% 13.29% Tier 1 Capital to Total Capital 85.18% 78.41%…